MODEL RANTAI PASOK KOMODITAS KELAPA SAWIT DI KABUPATEN TULANG BAWANG DARI HULU MENUJU PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO)
DOI:
https://doi.org/10.23960/jpb.v9i1.239Keywords:
Rantai Pasok, Kelapa Sawit, TBS, CPO, FSCNAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model rantai pasok komoditas kelapa sawit di Kabupaten Tulang Bawang dari hulu hinggaproduksi Crude Palm Oil (CPO) dengan fokus pada struktur rantai pasok, tahapan operasional, serta tantangan yang dihadapi oleh para pelaku. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan petani, pengepul, dan pihak pabrik kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok melibatkan tiga aktor utama, yaitu petani sebagai produsen Tandan Buah Segar (TBS), pengepul sebagai perantara distribusi, dan pabrik sebagai pengolah menjadi CPO, dengan tahapan meliputi produksi, pengumpulan dan distribusi, serta pengolahan. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kendala seperti kualitas TBS yang belum optimal, keterbatasan transportasi, infrastruktur yang kurang memadai, serta kapasitas penyimpanan yang terbatas. Berdasarkan analisis Food Supply Chain Network (FSCN), rantai pasok belum sepenuhnya terintegrasi, terutama dalam aliran informasi dan koordinasi antar pelaku, serta terdapat ketimpangan posisi tawar.Oleh karena itu, diperlukan model rantai pasok yang lebih efektif melalui peningkatan koordinasi, kualitas sumber daya, serta perbaikan infrastruktur dan sistem distribusi.Downloads
Download data is not yet available.
Downloads
Published
30-06-2026
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Perspektif Bisnis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


